Melek Digital, Tingkatkan Keamanan Data Perbankan Jadilah #NasabahBijak

melek digital

Pesatnya perkembangan akses Internet di Indonesia sangat terasa dibuktikan dengan kenaikan pengguna Internet dalam dekade terakhir.

Seperti dikutip pada website datareportal, Pada tahun 2012 pengguna Internet di Indonesia berjumlah 39,6 juta jiwa.

Dan pada januari 2022 pengguna Internet di Indonesia berjumlah 205 juta jiwa, Artinya pengguna internet meningkat lima kali lipat pada dekade terakhir.

Kenaikan pengguna internet ini selain didukung dengan perkembangan infrastruktur yang semakin baik serta karena masyarakat sangat mudah untuk memiliki smartphone karena 94% pengguna menggunakan smartphone untuk mengakses internet.

Total Pengguna Internet

PENGGUNAAN INTERNET RAKYAT INDONESIA

By We Are Social | KEPIOS (datareportal)

Jumlah
pengguna
internet

204.7 Million

Pengguna Internet DARI Presentasi total populasi

73.7%

Tahun ke tahun pergantian angka pengguna internet

+1.0%

+2.1 Million

rata-rata penggunaan internet harian

8H 36M

-3.0% (-16 MINS)

presentase smartphone untuk BERinternet

94.1%

Rata-rata orang Indonesia menggunakan Internet selama 8 jam lebih setiap harinya. Dengan semakin banyaknya pengguna Internet di Indonesia perlu diimbangi dengan literasi digital yang baik.

Pentingnya Literasi Digital





Media digital sudah sangat familiar bagi para generasi millenial dan generasi Z untuk memudahkan mencari informasi dan belajar dalam bidang apapun seperti ekonomi, politik dan lainnya.

Berbagai manfaat yang didapat dari media digital juga menimbulkan banyak tantangan seperti etika dalam bermedia sosial, kemanan data yang belum terjaga dengan baik dan masih banyak tantangan lainnya.

Oleh karena itu perlunya pemahaman literasi digital agar menjadikan individu yang cakap, aman, etis dan berbudaya dalam memanfaatkan ruang media digital.

Literasi digital merupakan kemampuan individu untuk memahami, menggunakan dan memanfaatkan media digital secara efektif dan efisien untuk segala jenis bidang.

Departement e-Learning (2015) menjelaskan ada 5 bidang kompetensi digital, sebagai berikut:

kompetensi digtial

Mengapa Penting?

Literasi digital dapat berdampak positif seperti memperoleh pengetahuan teknis yang diperlukan untuk menggunakan media digital secara efektif, dapat menggunakan media digital dengan kompeten untuk kehidupan sehari-hari, menghemat waktu dan akan merasa lebih aman dalam menggunakan media digital dan dapat mengambil keputusan dengan baik.

Namun banyak juga yang sudah mahir menggunakan media digital akan tetapi tidak memiliki etika yang baik.

Hal ini bisa dilihat pada data yang sudah Microsoft riset pada tahun 2020 tentang Digital Civility Index (DCI), dan Indonesia menjadi salah satu negara dengan netizen yang paling tidak sopan se-Asia Pasifik.

Kalian juga pasti sering sekali melihat dan menemui konten tidak etis bertebaran di media sosial, Kelompok usia millenial menjadi paling banyak mendapatkan perundungan siber (cyberbullying).

Apalagi jika kemahiran menggunakan media digital ini digunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan akan bertindak jahat di dunia maya atau yang biasa kita sering dengar dengan sebutan kejahatan siber (cybercrime).

waspada kejahatan siber (cybercrime)

cybercrime

Penggunaan Internet sudah menjadi kebutuhan primer pada era sekarang, tentu saja ancaman kejahatan yang terjadi akan selalu ada.

Dari mulai organisasi, perusahaan sampai individu memiliki peluang untuk mendapatkan ancaman kejahatan siber dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan materi maupun sengaja melakukan perusakan sistem digital.

Banyak orang yang menyepelekan keamanan data namun saat kejahatan siber menyerang jika menimbulkan kerugian finansial barulah mulai sadar dan mencoba mencari tau cara pencegahan.

Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa pelaku kejahatan siber sebagian besar menginginkan uang tetapi dengan cara yang tidak benar seperti melakukan penipuan online yang banyak diadukan masyarakat kepada pihak yang berwajib.

Β 

Laporan kejahatan siber di Indonesia 2019-2020

hoax

Modus penipuan dengan memberikan info terkait perubahan transfer yang sekarang sedang ramai di media sosial, pelaku mengaku dari pihak bank dan akan menghubungi lewat telepon atau aplikasi whatsapp.Β 

Beberapa kasus yang terjadi pada nasabah BRI menunjukkan bahwa pelaku memberikan informasi bahwa nasabah akan dibebankan tarif transfer baru Rp 150ribu per bulan dari yang semula Rp 6500 per transaksi.

Jika nasabah keberatan maka nanti pelaku akan meminta nasabah mengisi sebuah formulir.

Nah di formulir tersebut terdapat perintah untuk mengisi OTP, PIN, Passowrd dan informasi penting yang seharusnya tidak dibagikan.

Untung saja pihak BRI langsung bertindak dan menyatakan informasi bahwa hal tersebut termasuk HOAX dan merupakan upaya penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

bri

Modus penipuan yang sedang banyak dibagikan pada media sosial salah satunya modus tawaran menjadi nasabah prioritas.

Siapa yang tidak tertarik menjadi nasabah prioritas BRI? Karena penawaran dari nasabah prioritas sangat menggiurkan karena nasabah prioritas memiliki berbagai keunggulan dibandingan dengan nasabah reguler.

Namun dalam prosesnya pelaku akan meminta informasi pribadi seperti nomor kartu, PIN, OTP, CVV, nama ibu kandung dan berbagai data personal lainnya.

Dari informasi data pribadi itulah pelaku mulai membobol isi dari rekeningmu.

bri

Waspadai penipuan yang ada pada media sosial seperti Instagram, Twitter atau Facebook.

Contoh kasus ini ialah pada saat nasabah melakukan pengaduan di media sosial BRI maka pelaku akan dengan cepat menanggapi dengan akun media sosial palsu dan bertindak seolah-olah pegawai bank.

Mereka lama-kelamaan dari membantu akan mulai meminta informasi pribadi untuk melancarkan aksinya.

Seperti yang sudah pihak BRI sampaikan bahwa untuk mengidentifikasi akun palsu sangatlah mudah ialah:

  1. Perhatikan nama akun dengan seksama
  2. Perhatikan tanda centang biru
  3. Bank BRI tidak pernah meminta user ID, Password, kode mToken, PIN, kode OTP, kode CVC/CVV dan data yang tertera pada kartu.

Itu dia 3 modus penipuan online yang semua modus tersebut mengincar sektor perbankan.

Semua pihak perbankan di Indonesia sudah memberikan himbauan agar tidak mengirimkan permintaan kode OTP, PIN, Password dan data pribadi lainnya.

Lebih waspada dan teliti saat kamu menerima telepon dari pihak yang mengatasnamakan bank.

Pencegahan kejahatan digital banking

pentingnya menjaga data pribadi

Penipuan online kebanyakan selain mengincar materi/uang mereka juga mengincar data pribadi korban yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam aktifitas jahat yang lebih menguntungkan mereka.

Oleh karena itu kewajiban kita setiap individu untuk menjaga data diri yang sifatnya rahasia secara aman.

jokowi

“Kita harus siaga menghadapi ancaman kejahatan siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data. Data adalah jenis kekayaan baru bangsa kita, kini data lebih berharga dari minyak”

Sudahkah kalian mengamankan data diri masing-masing dan memahami mengenai literasi digital? Pelaku kejahatan siber mengincar para korban yang tidak memahami media digital, kebanyakan generasi baby boomer atau orang tua kalian.

Mulailah menjadi penyuluh digital dari orang rumah dan orang sekitar anda yang belum paham mengenai dunia digital saat ini.

Berilah mereka pemahaman untuk menggunakan aplikasi layanan keuangan yang sekarang berbasis digital dan beri himbauan atas tindakan kejahatan siber yang sering terjadi pada sektor keuangan agar tidak mudah tertipu juga oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab dan menjadi nasabah bijak.

Mungkin bisa mulai dari membagikan artikel ini ke sosial media kalian agar bermanfaat untuk orang sekitarmu, jika artikel ini ada salah informasi atau penulisan mohon untuk dimaafkan dan komentar bagian mana yang salah.

Sekian artikel dari saya terimakasih sudah berkunjung dan membaca sampai habis, semoga bermanfaat dan tetap menjadi #NasabahBijak.

Sumber:

  • BRI
  • https://datareportal.com/reports/digital-2022-indonesia
  • https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=3939579
  •  https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-literasi-digital/
  • https://dge.mec.pt/sites/default/ files/ERTE/Estudos_Tecnologias/elc_digital_literacy.pdf
  • https://japelidi.id/
  • https://www.bfi.co.id/id/blog/mengenal-cyber-crime-atau-kejahatan-digital-beserta-jenisnya
  • https://sikapiuangmu.ojk.go.id/

59 thoughts on “Melek Digital, Tingkatkan Keamanan Data Perbankan Jadilah #NasabahBijak

  1. Penipuan online paling sering selain mengincar materi/uang mereka juga mengincar data pribadi korban yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam aktifitas jahat yang lebih menguntungkan mereka. Oleh karena itu perlunya pemahaman literasi digital agar menjadikan individu yang cakap, aman, etis dan berbudaya dalam memanfaatkan ruang media digital.

  2. Terimakasih mint πŸ˜πŸ‘berkat artikel πŸ“„ini saya bisa belajar πŸ™‡ lebih bijak 🧐 dalam menggunakan media digital πŸ’» sehingga saya bisa mengajak gebetan πŸ‘« saya πŸ˜„β˜ malam mingguan πŸŒƒπŸ’«.

  3. Wkwkw kemana ae dah gua baru tau info beginian, thank u infonya MinS*t! Sangat mengedukasi otak ku yang segede udang madagaskar iniπŸ™πŸΎ

  4. Terima kasih mint,infonya sangat bermanfaat untuk saya dan kita juga harus melek akan teknologi teknologi kedepan nya dan juga jadilah pengguna internet yang bijak

  5. Keamanan data tidak hanya bergantung pada pihak pengelola data, tapi juga dari si pemilik data tsb. Dengan artikel ini semoga mengedukasi yang lain

  6. Memang minim nya ilmu masyarakat sekarang tentang teknologi digital bisa jadi bahan tindak kejahatan orang yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itu penting nya edukasi dan sosialisasi yg harus di lakukan agar terhindar dari hal tersebut.

    Contohnya seperti yang di lakukan seorang dermawan bijaksana agung nan perkasa HELMIFRANSAH ini, melalui platfrom digital kita sukses kan kecerdasan IT bangsa.
    HELMI sukses! sukses! sukses!

  7. Rill cuyy ini sangat bermanfaat, Xin zhong pernah berkata “helmi ialah orang yang sangat berpengaruh didunia tetapi dia memilih menjadi admin skrinsit karena dia tidak ingin sombong” -xin zhong 71 AD

  8. Sangat bermanfaat sekali informasinya, di zaman dimana data data sangat gampang bocor di era digital skrg. Agar lebih melek teknologi dan dapat menggunakan kemajuan teknologi dengan lebih bijak dan bertanggung jawab.

  9. Indonesia harus melek digital, merdeka digital tanpa ugal-ugalan. Bikin program harus sesuai dengan standar Internasional. Ayoo semangat!
    Thankyou Helmi Irfansah
    #dukunggerakandigital

  10. terima kasih atas informasi yang sangat bermanfaat! saya setuju sekali bahwa di era perkembangan teknologi saat ini, data merupakan hal penting yang perlu kita jaga.

  11. Keren blog nya bang Helmi, tampilannya inovatif, isi kontennya nya edukatif, pilihan katanya ekspansif, dan terdapat sumber fakta yang valid & tidak bisa dikatakan karangan bebas

  12. keren min, infonya sangat berguna di masa sekarang, karena masih banyak orang yang bisa dibilang tidak bisa atau tidak tau mengamankan data pribadi di internet πŸ‘

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Click to rate this post!
[Total: 4 Average: 5]