Antibiotik adalah

Pentingnya Penggunaan Antibiotik Dengan Bijak

Posted on

Antibiotik adalah

Hallo para pengunjung helmirfansah.com, How’s going? right? Kali ini admin bakalan membagikan artikel yang nggak biasa banget karena ini adalah artikel kategori “Kesehatan” padahal admin nggak ada background tentang kesehatan hahaha. “Lah kok bisa dah min?” Karena artikel ini bukan admin sendiri yang menulis namun artikel dari penulis saya yang paling cantik… Ya ya soalnya nggak ada lagi penulis cewek disini hahaha. Jadi dibawah ini merupakan hasil dari penulisan teman saya:

APA ITU ANTIBIOTIK?

Antibiotik adalah salah satu obat yang paling sering diresepkan dalam kedokteran modern. Antibiotik mengobati penyakit dengan membunuh atau melukai bakteri. Antibiotik pertama adalah penisilin, ditemukan secara tidak sengaja dari kultur jamur. Kini, lebih dari 100 antibiotik yang berbeda tersedia untuk menyembuhkan infeksi yang ringan hingga yang mengancam jiwa.

Meskipun antibiotik berguna dalam berbagai infeksi, penting untuk disadari bahwa antibiotik hanya mengobati infeksi bakteri. Antibiotik tidak berguna terhadap infeksi virus (misalnya, pilek) dan infeksi jamur (seperti kurap). Dokter dapat menentukan apakah antibiotik tepat diberikan untuk kondisi Anda

Apa saja jenis antibiotic?

Meskipun ada lebih dari 100 antibiotik, mayoritas antibiotik berasal dari hanya beberapa jenis obat. Berikut ini adalah kelas utama antibiotik:

  • Penisilin seperti penisilin dan amoksisilin
  • Sefalosporin seperti cephalexin (Keflex)
  • Makrolida seperti eritromisin (E-Mycin), klaritromisin (Biaxin), dan azitromisin (Zithromax)
  • Fluoroquinolones seperti ciprofolxacin (Cipro), levofloxacin (Levaquin), dan ofloxacin (Floxin)
  • Sulfonamid seperti kotrimoksazol (Bactrim) dan trimetoprim (Proloprim)
  • Tetrasiklin seperti tetrasiklin (Sumycin, Panmycin) dan doxycycline (Vibramycin)
  • Aminoglikosida seperti gentamisin (Garamycin) dan tobramycin (Tobrex)

Kebanyakan antibiotik memiliki 2 nama, nama dagang atau merk yang diciptakan oleh perusahaan obat yang memproduksi obat, dan nama generik, berdasarkan struktur kimia antibiotik atau kelas kimia. namaNdagang seperti Keflex dan Zithromax biasanya dikapitalisasi. Obat generik seperti cephalexin dan azitromisin tidak dikapitalisasi.

ALASAN ANTIBIOTIK DIBATASI PENJUALANNYA

Segudang kalimat berlandaskan ‘katanya’ sudah tak asing lagi ditelinga para asisten apoteker seperti kami. Sudah menjadi kewajiban kami untuk menjelaskan dengan baik atas hal-hal yang berkaitan dengan penyalahgunaan obat di masyarakat. Mereka menganggap antibiotic adalah obat wajib yang harus ada di setiap kotak obat di rumah mereka. Konsumsi secara berlebihan inilah yang membuat menkes memberikan pernyataan terkait beberapa antibiotic yang sudah resistan.

“Akibat penggunaan antibiotik yang irrasional, saat ini dilaporkan ada 8 jenis antibiotik yang sudah resisten. Ini berbahaya, karena saat obat tersebut dibutuhkan justru tidak memberi efek kesembuhan,” kata Nafsiah Mboi usai melantik Komite Farmasi Nasional, di Jakarta, Selasa (23/9).

Menurut Menkes, penjualan dan pemberian antibiotic di Indonesia sudah amburadul. Disamping obat antibiotic yang bisa didapatkan secara bebas, dokter juga tidak kalah sering meresepkan antibiotic walau hanya untuk kasus alergi ringan.

“Sakit flu yang sebenarnya bisa sembuh sendiri dengan istirahat dan makan cukup, dokter justru memberi antibiotik lantaran supaya cepat sembuh. Dokter juga harus dicerahkan ilmunya, agar tak mudah memberi obat antibiotik kepada pasiennya,” ucap Menkes.

Nafsiah mengemukakan, sebenarnya pemerintah telah melakukan pembatasan penggunaan antibiotik, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2406/MENKES/PER/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Namun, fakta di lapangan penggunaan dan penjualan obat antibiotik masih berlebihan.

“Ini tantangan yang tak hanya berlaku bagi Kementerian Kesehatan dan organisasi profesi kesehatan, masyarakat pun harus turut ikut mengawasi penggunaan obat antibiotika agar tidak menimbulkan bencana di masa depan,” ucap Menkes menegaskan.

Dijelaskan, pada manusia, intensitas penggunaan antibiotik yang relatif tinggi menimbulkan berbagai permasalahan terutama resistensi bakteri terhadap antibiotik. Pada awalnya resistensi terjadi di tingkat rumah sakit, tetapi lambat laun juga berkembang di lingkungan masyarakat, khususnya kuman Streptococcuspneumoniae(SP), Staphylococcusaureus, dan Escherichiacoli.

Tidak hanya mengancam manusia, resistensi antibiotika juga mengancam hewan dan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan one health yang melibatkan sektor kesehatan, pertanian (termasuk peternakan dan kesehatan hewan), serta lingkungan.

Ayo bijak gunakan antibiotic!

Sekian artikel yang berjudul “Pentingnya Penggunaan Antibiotik Dengan Bijak” Kali ini. Jika ada kesalahan informasi maupun penulisan pada artikel ini mohon untuk dimaafkan atau bisa kalian koreksi dengan cara komentar dibawah ya, Namun jika artikel ini bermanfaat tolong bagikan artikel ini ke sosial media atau grup WA yang kalian punya agar teman-temanmu juga bisa menikmati artikel yang bermanfaat dan anti hoax, Terima kasih sudah berkunjung.

Penulis: @elijahebgdrgn (IG)
Referensi: Kemenkes & halosehat.com

Summary
Review Date
Reviewed Item
Pentingnya Penggunaan Antibiotik Dengan Bijak
Author Rating
51star1star1star1star1star

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *