Lamun dan Dugong, Menuntut Kita Peduli Ekosistem

Posted on

Lamun dan Dugong

Menuntut Kita Peduli Ekosistem

Halo para pengunjung blog helmirfansah.com, Ekosistem adalah suatu sistem Ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik yang tidak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.

Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup.

Tipe tipe ekosistem

Secara umum ekosistem terbagi menjadi 3 tipe yaitu ekosistem air, ekosistem darat, dan ekosistem buatan, Dari ketiga ekosistem tersebut memiliki beragam ekosistem lagi antara lain:

AKUATIK (AIR)

  • Ekosistem air tawar
  • Ekosistem air laut
  • Ekosistem estuari
  • Ekosistem pantai
  • Ekosistem sungai
  • Ekosistem terumbu karang
  • Ekosistem laut dalam
  • Ekosistem lamun

Terestial (darat)

  • Hutan hujan tropis
  • Sabana
  • Padang rumput
  • Gurun
  • Hutan Gurun
  • Taiga
  • Tundra
  • Kars

buatan

  • Bendungan
  • Hutan tanaman produksi seperti jati dan pinus
  • Agroekosistem berupa sawah tadah hujan
  • Sawah irigasi
  • Perkebunan sawit
  • Ekosistem pemukiman seperti kota dan desa
  • Ekosistem ruang angkasa.

Ekosistem lamun

Dari sekian banyak ekosistem di air, Apakah kalian pernah mendengar kata lamun? Padahal ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem terpenting yang juga berkontribusi besar sebagai penyerap dan penyimpan karbon, Sehingga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca penyebab perubahan iklim.

Oh iya yang belum tahu apa itu lamun… Lamun (Seagrass) adalah tumbuhan berbunga yang tumbuh membentuk padang rumput (“padang lamun”) di dasar perairan pesisir yang dangkal, Lamun berbeda ya dengan rumput laut.

Lamun tumbuh terendam di dalam air laut yang bersubstrat pasir atau campuran pasir, lumpur, dan pecahan karang, sampai ke kedalaman air laut yang tidak lagi terkenapenetrasi sinar matahari. Di Indonesia, lamun umumnya tumbuh di daerah pasang surut dan sekitar pulau-pulau karang.

Beberapa fakta lamun yang harus kamu ketahui guys, Antara lain:

  • Lamun dapat menyimpan lebih dari dua kali jumlah seluruh CO2 (mencapai 83,000 ton/km2) yang disimpan oleh hutan di darat.
  • Lalu dapat menyaring limbah dan menjaga kualitas dari air laut.
  • Hanya sedikit sekali populasinya karena hanya tersebar di hanya 0.2% dari seluruh perairan di Bumi. 
  • Tanpa lamun pantai dan area pesisirnya dapat mudah terkena abrasi.
  • Menjadi tempat tinggal dan tempat mencari makan bagi banyak biota laut.
  • Dari 1,507 km2 luas padang lamun di Indonesia, hanya 5% yang tergolong sehat, 80% kurang sehat, dan 15% tidak sehat.

“Lalu apa hubungannya dengan Dugong min?” Santai mungkin akan saya jelaskan beberapa tentang dugong dulu mungkin setelah itu akan saya bahas apa hubungannya Lamun dan Dugong.

dugong

Pernah dengar tentang mitos “Air Mata Dugong” yang dianggap sebagai pelet atau ramuan pengasih, padahal cairan tersebut hanyalah lendir pelembab mata dugong dan keluar dari kelenjar air mata ketika dugong sedang tidak berada di air.

Dugong atau Duyung adalah salah satu dari 35 jenis mamalia laut di Indonesia, dan merupakan satu-satunya satwa ordo Sirenia yang area tempat tinggalnya tidak terbatas pada perairan pesisir, dan berikut fakta-fakta yang mungkin belum kalian ketahui tentang Dugong, antara lain:

  • Dugong memiliki umur yang panjang bisa sampai 70 tahun.
  • Berukuran besar dan panjangnya bisa mencapai 3 meter dengan berat 450kg.
  • Satu-satunya mamalia pemakan lamun dan turut serta menyeimbangkan ekosistem lamun.
  • Dapat ditemukan di sepanjang cekungan Samudra Hindia dan Pasifik.
  • Kuat sekali dalam menahan nafas di dalam air sampai 12 menit, sambil mencari makanannya dan berenang.
  • Tapi sayangnya Dugong masih diburu hidup-hidup & dagingnya dikonsumsi, padahal sudah dilindungi oleh Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Pemerintah no. 7 tahun 1999tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan & Satwa

Duyung & lamun

Dugong dan Lamun memiliki peran penting bagi ekosistem di laut, Berikut hubungan antara Dugong dan Lamun yang mungkin belum kamu ketahui:

  • Duyung bermain di Padang Lamun
    Padang lamun bisa menjadi tempat para dugong berinteraksi.
  • Duyung mencari makan di Padang Lamun.
    Duyung memakan daun dan rizoma lamun, terutama dari jenis pionir dari genus Halophila dan Halodule.
  • Duyung menyuburkan padang lamun
    Dugong memiliki perilaku makan yang terlihat seperti mengacak-acak dasar lamun dan itu membuat padang lamun menjadi subur.
  • Simbiosis mutualisme
    Dari hubungan yang saling menguntungkan (mutualisme) antara duyung dan lamun dapat membuat keseimbangan ekologis flora dan fauna lain yang berada di sekitar padang lamun, Terutama ikan-ikan yang sebagian atau seluruh siklus hidupnya berada di Padang Lamun.

Namun seiring dengan meningkatnya aktifitas manusia di wilayah pesisir, Banyak faktor yang membuat keberadaan lamun semakin terancam antara lain:

Sedimentasi dan polusi akibat: hilangnya tumbuhan mangrove, polutan dan limbah kimia, buangan minyak dari kapal. Lalu penyakit yang timbul pada organisme yang tinggal di padang lamun karena air laut yang sudah tercemar. Rendahnya kesadaran masyarakat pesisir akan pencemaran air laut membuat padang lamun kurang diperhatikan.

Efek yang akan diterima dari berbagai aktifitas yang dilakukan manusia salah satunya menurunkan kualitas air laut  di Padang Lamun dan merusak ekosistem laut. Oleh karena itu mulai dari sekarang kita harus berkontribusi dalam melestarikan padang lamun untuk kelestarian laut di Indonesia, Bagaimana caranya?

Selamatkan ekosistem lamun

Berikut ada 4 tips yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan Dugong dan Lamun.

  1. Pelajari  dan  sebarkan  informasi  tentang  dugong  dan  lamun  untuk  tingkatkan  kepedulian  orang-orang  di  sekitar
  2. Laporkan  kematian  dugongdan  pencemaran  di  padang  lamun  ke  aparat  setempat
  3. Hindari  membuang  sampah  sembarangan,  terutama  ke  laut 
  4. Dukung  upaya  konservasi  Pemerintah  Indonesia,  salah  satunya  melalui DSCP (Dugong and Seagrass Conservation Project) Indonesia,  serta  dengan  menghindari  membeli  bagian  tubuh  dugong,  yang  mentah  ataupun  yang  telah  diolah  (e.g.  “air  mata  duyung”,  taring  dugong,  dll.)

TENTANG DSCP INDONESIA

Dugong and Seagrass Conservation Project Indonesia atau yang berarti “Program Konservasi Duyung dan Lamun Indonesia” programini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas konservasi dugong & ekosistem lamun di Indonesia melalui

  • Penguatan  dan  pelaksanaan  “Rencana  aksi  Konservasi”  tingkat  nasional  untuk  dugong  dan  habitatnya  lamun
  • Peningkatan  kesadartahuan  dan  penelitian  di  tingkat  nasional  tentang  dugong  dan  lamun
  • Pengelolaan  dan  konservasi  dugong  dan  lamun  berbasis  masyarakat  di  masing-masing  lokasi  kegiatan  (Bintan,  Kotawaringin  Barat,  Tolitoli,  dan  Alor

Program ini dilaksanakan sebagai kerjasama direktorat Konservasi & Keanekaragaman Hayati laut Kementerian Kelautan dan perikanan, serta Pusat Penelitian oseanografi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – Institut Pertanian Bogor, dan yayasan WWF-Indonesia. Dengan dukungan dari United Nations Environment Programme – Global Environment Facility (UNEP – GEF)

Untuk kalian semua yang mendukung kegiatan dari program DSCP Indonesia bisa kalian ikuti cara berikut ini:

  1. Bagikan  dan  laporkan  kepada  kami  cerita,  foto,  dan  video  tentang  dugong  dan  lamun.
  2. Pantau  informasi  dan  ikut  berpartisipasi  dalam  setiap  kegiatan  di  fanpage  (www.facebook.com/dscpindonesia) atau sosial media DSCP Indonesia yang lain.
  3. Sebarkan  informasi  tentang  dugong  dan  lamun  dari  DSCP  Indonesia  sebanyak-banyaknya  ke  jejaring  media  sosialmu.

p

erikanan

, serta

Pusat Penelitian

o

seanografi – Lembaga Ilmu

Pengetahuan Indonesia, Fakultas Perikanan

dan Ilmu Kelautan – Institut Pertanian

Bogor, dan

y

ayasan WWF-Indonesia

Oke temen-temen mungkin sekian dulu artikel dengan judul “Lamun dan Dugong, Menuntut Kita Peduli Ekosistem” Apakah kalian peduli dengan ekosistem lamun? Lakukanlah cara yang direkomendasikan oleh DSCP Indonesia untuk mendukung kegiatan dari program DSCP Indonesia, Semoga kalian bisa peduli dengan segala ekosistem bukan hanya Padang Lamun saja.

Jika ada kesalahan informasi dan penulisan pada artikel ini mohon untuk dimaafkan ya atau bisa kalian bantu koreksi dengan cara berkomentar dibawah, Namun jika artikel ini bermanfaat bagi semuanya tolong bagikan artikel ini ke sosial media atau grup WA yang kamu punyai agar teman dan keluargamu tahu bahaya rokok bukan bagi kesehatan saja tetapi pada segi ekonomi juga, Terima kasih sudah berkunjung.

Sumber:

  • https://id.wikipedia.org
  • https://www.youtube.com/watch?v=HDmeb1PKboI
  • http://ocean.si.edu
  • https://www.instagram.com/dscpindonesia/ dan sosial media yg lain
  • Freepik
Summary
Review Date
Reviewed Item
Lamun dan Dugong, Menuntut Kita Peduli Ekosistem
Author Rating
51star1star1star1star1star

One thought on “Lamun dan Dugong, Menuntut Kita Peduli Ekosistem

  1. Setuju. Dan harus dilakukan banyak sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya keberadaaan duyung dan ekosistem padang lamun.

    Good luck ya mas,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *