konsumen cerdas di era digital

Perluas Wawasan Supaya Menjadi Konsumen Cerdas Di Era Digital

Posted on

Perluas Wawasan Supaya Menjadi

Konsumen Cerdas Di Era Digital
Selamat datang

Halo para pengunjung blog helmirfansah.com, Tidak bisa dipungkiri bahwa dunia digital sudah berkembang begitu pesat di Indonesia, Yang dulunya hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang bertempat tinggal di Kota, Sekarang daerah-daerah terpencil sudah bisa merasakan manfaat dari teknologi digital, Dengan begitu pesatnya perkembangan teknologi digital turut serta didukung dengan kemajuan para pembisnis yang mengincar pelanggan yang berada di luar jangkauannya.

Karena memang begitulah manfaat perkembangan dunia teknologi dalam bidang ekonomi para produsen ingin produknya dipasarkan secara luas dan satu-satunya cara yaitu dengan beralih ke dunia digital, Bahkan dari yang dulu harus memulai dengan menyiapkan domain atau website sendiri… Sekarang para produsen bisa memasarkan produk mereka di situs-situs e-commerce atau media sosial yang tugasnya hanya memasang informasi, foto dan harga produk saja membuat modal untuk memasarkan semakin kecil dan untung semakin besar.

Nah untuk kita… Ya kita sebagai konsumen harus selalu teliti sebelum membeli produk online meskipun itu sudah lewat e-commerce karena belum tentu aman. Konsumen harus memiliki wawasan yang luas mengenai dunia Internet minimal mengenai produk yang ingin kamu beli, Tetapi jangan khawatir saya ingin memberikan tips-tips yang mungkin bisa membantu anda saat ingin membeli produk berkualitas selain menjadi konsumen cerdas kalian juga sekaligus menjadi warga negara yang baik…. “Lah apa hubungannya?” Oke tunggu dulu sampai ke tips… Tetapi saya ingin membagikan sedikit cerita lucu yang ada kaitannya dengan belanja online lanjut kebawah…

Pengalaman lucu olshop

Oh ya sebelumnya saya sudah izin oleh pemilik foto untuk menampilkannya kedalam blog, Jadi bisa dilihat ada sebuah kejadian baru-baru tepatnya tanggal 8 April 2018 akun facebook MeLmee Olshop mencoba untuk membagikan ceritanya yang sedang menghadapi konsumen yang kurang wawasan. Ceritanya barang pesanan pembeli sudah sampai tepat waktu tetapi… Nah ada tetapinya nih, Pembeli mencoba menghubungi penjual dan protes mengenai resi yang belum dikasih selama masa orderan itu namun saat pembeli itu menghubungi barang yang dipesan sudah sampai inti dari percakapan mereka seperti itu, Anehkan?

Saya juga sempat bingung dari si penjual kenapa tidak langsung di berikan saja nomor resi yang di dapat tapi ada berbagai alasan sih mungkin saja nomornya sudah lupa atau hilang. Nah yang paling saya miris lagi ini pada si pembeli karena dia merasa kalau kita membeli produk secara digital atau online itu wajib menerima resi tapi ada benarnya juga sih kalau saya membeli barang tetapi tidak diberikan nomor resi setelah melakukan pembayaran saya bakalan protes tetapi kalau memang penjual sudah memiliki kepercayaan dan testimonial saya sih bisa santai saja, Seperti halnya beli kewarung pasti kalian bakalan memilih warung langganan karena sudah terbiasa membeli disana.

Pasti ada pelajaran yang bisa kita ambil dari kejadian diatas pertama dari perspektif penjual kita harus selalu selalu ramah dan sabar dalam menghadapi pembeli yang belum mengerti tentang jual-beli online, Apalagi kalau online shop yang berdiri sendiri pasti bakalan repot karena pembelinya bukan cuman 1 saja. Nah untuk perspektif pembeli sebagai konsumen semestinya kita sudah paham dan kalau bisa membaca peraturan tertulis yang tercantum pada toko online, Dan mencoba untuk lebih menggunakan Internet untuk mencari informasi yang berguna minimal saat kamu ingin berbelanja agar tidak mudah tertipu, Karena tidak ada salahnya kita baik itu penjual dan pembeli menambah wawasan di dunia digital ini.

Menurut saya sekarang penjual pasti sudah pintar semuanya sih soalnya nggak mungkin mereka bisa membuka toko online jika tidak tahu dasar dalam menggunakan media digital. Oleh karena itu artikel ini saya lebih fokuskan untuk memberitahu kepada para pembeli/konsumen untuk memahami beberapa tips yang berguna untuk menjadi konsumen cerdas di era digital. Alhamdulillah ya saya pemilik blog ini tidak pernah tertipu atau mendapatkan barang yang tidak sesuai espektasi saat berbelanja online.

konsumen cerdas di era digital

Saat saya melihat survei dari APJII 2017 (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) bahwa pengguna Internet di Indonesia kedatangan pengguna baru didominasi oleh Generasi Z atau generasi yang lahir ditahun 90an. Nah menurut riset penetrasi pengguna Internet pada umur 13-18 tahun mencapai angka 75.50% dan generasi dibawahnya menyusul yang sering disebut generasi Y dengan rentan umur 19 sampai 34 tahun mencapai angka 74.23%. Ini berarti banyak anak-anak dan remaja yang baru menggunakan Internet dan bakalan rentan dengan modus penjual-penjual online shop nakal yang mengelabuhi pembelinya dengan berbagai cara.

Kalau kamu memiliki teman yang baru saja mengenal Internet coba beri tahu ke mereka agar lebih berhati-hati atau coba bagikan artikel ini saja, karena pengguna Internet baru lebih mudah untuk menjadi korban baru untuk ditipu oleh karena itu bagikan artikel ini agar mereka membaca tips dibawah ini:

1. Mulai membuka pola pikir

Cobalah memulai untuk membuka pola pikir bahwa semua yang ada di Internet ini seperti pelangi… Ya pelangi banyak yang bisa kita temui dari nyata adanya di samping palsu, baik di samping buruk dan lain-lain. Internet bisa menjadi tempat hiburan, peluang dan kesenangan atau bahkan kalian akan menjumpai hal yang buruk seperti penipuan, konten terlarang, tidak mendidik, menghasut dan ujaran kebencian.

Saya tidak bisa mengubah perilaku buruk dari Internet tetapi ada baiknya kita memberikan informasi kepada orang awam untuk lebih berhati-hati dan teliti dalam menggunakan media digital. Apalagi saat menggunakannya sebagai media transaksi membeli barang online, Karena dari survei APJII 2017 pada segi “Pemanfaatan Internet Bidang Ekonomi” Beli Online mendapat presentase yang cukup besar yaitu mencapai angka 32.19%.  Gunakan Internet dengan baik, seperti 37.82% orang responden yang ada pada survei APJII 2017 yang mencoba untuk mencari informasi sebelum membeli barang, Itu bagus sih karena kita bisa menggambarkan kondisi barang yang akan kita terima, Apalagi sekarang di dukung dengan adanya platform Youtube yang memudahkan kita untuk melihat terlebih dahulu video reviewnya.

2. Prioritaskan kebutuhan

Setelah selesai mencari informasi mengenai produk yang ingin di beli, Pikirkan lagi apakah barang tersebut berguna untuk kamu atau barang tersebut hanyalah keinginan kamu saja? Kalian harus pikirkan itu dan belilah barang yang kalian butuhkan misalnya nih….

“Sepatu kalian yang lama rusak dan satu-satunya untuk kuliah mulai ada pikiran untuk mencari-cari barang yang cocok di toko online terdekat, Setelah itu kalian mendapati sepatu yang harganya mahal sekali hanya berbeda desain dan merek dari sepatu yang murah… Pasti jika kamu kalau menuruti keinginan akan membeli sepatu yang mahal hanya demi gengsi tetapi untuk kebutuhan sama saja dan pemborosan belum ingat kalau besok mau makan apa… Nasib anak kostan yang berkeinginan tinggi tanpa melihat kebutuhan :'( Tapi kalau kamu berada dijalan yang benar yaitu memenuhi kebutuhan dari pada kemauan pasti hidup akan lebih tenang”

Hahaha jangan sampai begitu ya teman-teman coba pikirkan lagi, belilah produk sesuai kebutuhan dan yang paling penting perhatikan kebutuhan setelah membeli barang tersebut apakah masih stabil keuangannmu.

3. Testimonial = kredibel??

Mungkin banyak sekali toko online baik itu di Media Sosial, forum atau website E-commerce lainnya terdapat sejumlah testimonial yang membuat kalian langsung terdorong untuk membeli barang mereka karena percaya kalau toko onlinenya sudah sangat di percaya oleh para pembelinya… Eits tapi apakah kamu pernah mendengar kata testimonial palsu?

Hmm… Pada e-commerce yang besar sih kita bisa langsung percaya terhadap testimonialnya karena pasti mereka sudah membeli produknya jika tidak mereka tidak ada akses untuk review barang yang dibeli. Nah untuk media sosial dan forum itu yang sedikit sulit untuk dipercaya, Kita tidak bisa melihat sekejap saja untuk testimonial yang terdapat dipostingan mereka. Harus lebih berhati-hati kalau bisa saran saya coba kontak orang yang melakukan testimonial dan untuk lebih amannya kalau kalian punya teman yang berbelanja di toko online yang sama coba deh mungkin ada yang bisa dia sampaikan mengenai toko online yang kalian incar.

Tetapi tidak dipungkiri bahwa testimonial memang satu-satunya cara kita untuk mengetahui kalau toko online ini kredibel atau tidak tapi ya gitu, Harus tetap hati-hati karena penipuan bisa dilakukan dengan berbagai modus baik itu di e-commerce, sosial media ataupun forum jual beli lainnya.

4. Cintai Produk Indonesia

Selain menjadi konsumen yang cerdas di era digital kalian juga bisa menjadi warga Indonesia yang baik dan benar. Cobalah untuk melirik produk Indonesia dari pada membeli produk merek luar tetapi hanya produk kwalitas (KW). Tapi tetaplah memperhatikan mengenai kualitas produk dilihat dari label SNI (Untuk beberapa produk). Pada sisi konsumen membeli barang yang berlabel SNI kalian akan mendapatkan jaminan barang yang lebih berkualitas dibandingkan produk yang tidak berlabel SNI.

Dan jika kalian ingin membeli produk seperti misalnya makanan atau minuman perhatikan labelnya dan lebih kritis untuk mengetahui kondisi barang apakah masih layak untuk dikonsumsi atau tidak (Masa kadaluarsa). Untuk produk elektronik maka harus disertai dengan buku petunjuk penggunaan (buku manual) dan kartu jaminan garansi.

Bagaimana teman-teman apakah kalian bisa menjadi konsumen yang cerdas di era digital sekaligus menjadi warga negara yang baik, Dapat lebih teliti lagi sebelum membeli, Mementingkan kebutuhan dari pada keinginan dan cintai produk Indonesia. Selain itu kalian harus menegakkan hak dan kewajiban sebagai konsumen yang dapat kalian baca pada UU Perlindungan Konsumen.

Gambar disamping merupakan sebuah ikon gerakan “Konsumen Cerdas” yang diberi nama SI KONCER merupakan hewan kancil yang memiliki sikap perilaku cerdik dan berhati-hati, Yang membuat kancil selalu banyak akal dan terhindar dari marabahaya. Dari ikon SI KONCER yang merupakan diharapkan para konsumen bisa mengambil sifat baik dari kancil yaitu cerdik, pintar dan bersikap hati-hati ketika hendak membeli barang atau jasa apalagi pada era digital sekarang ini, Apalagi besok pada tanggal 20 April akan diperingati HARKONAS (Hari Konsumen Nasional) mari kita lebih cerdas dan teliti dalam memberi produk.

Bagaimana teman-teman apakah kalian bisa menjadi konsumen yang cerdas di era digital sekaligus menjadi warga negara yang baik, Dapat lebih teliti lagi sebelum membeli, Mementingkan kebutuhan dari pada keinginan dan cintai produk Indonesia. Selain itu kalian harus menegakkan hak dan kewajiban sebagai konsumen yang dapat kalian baca pada UU Perlindungan Konsumen.

Gambar diatas itu merupakan sebuah ikon gerakan “Konsumen Cerdas” yang diberi nama SI KONCER merupakan hewan kancil yang memiliki sikap perilaku cerdik dan berhati-hati, Yang membuat kancil selalu banyak akal dan terhindar dari marabahaya. Dari ikon SI KONCER yang merupakan diharapkan para konsumen bisa mengambil sifat baik dari kancil yaitu cerdik, pintar dan bersikap hati-hati ketika hendak membeli barang atau jasa apalagi pada era digital sekarang ini, Apalagi besok pada tanggal 20 April akan diperingati HARKONAS (Hari Konsumen Nasional) mari kita lebih cerdas dan teliti dalam memberi produk.

Tetapi ketika kita sudah berusaha untuk lebih teliti dan cerdas sebagai konsumen, tetap masih saja mendapati hal-hal yang tidak dinginkan yang membuat rugi diri kita atau mungkin ada kejadian sebelumnya tetapi kalian bingung harus bagaimana, Oleh karena itu kalian sebagai konsumen harus menegakkan hak sebagai konsumen kalian dapat mengadukannya saja, coba kalian buka website www.harkonas.id/koncer.php cek tulisan dibawah sendiri.

Mungkin sekian dulu artikel saya mengenai “Konsumen Cerdas di Era Digital” jika ada kesalahan kata atau informasi mohon untuk dimaafkan jika boleh tolong koreksi dengan cara komentar dibawah ini, Namun jika artikel saya sangat bermanfaat tolong bagikan ke sosial media atau grup-grup keluarga kamu agar orang terdekatmu mulai menjadi konsumen cerdas di era digital, Terima kasih sudah berkunjung.

Sumber:

Summary
Review Date
Reviewed Item
Perluas Wawasan Supaya Menjadi Konsumen Cerdas Di Era Digital
Author Rating
51star1star1star1star1star

55 thoughts on “Perluas Wawasan Supaya Menjadi Konsumen Cerdas Di Era Digital

  1. Hahaha iya gan dulu juga pas saya masi niat ngejalanin olshop juga suka ada pelanggan yang weird gitu wkwkwk. Btw thx gan infonyes

    1. Semangat gan lumayan biar dapat penghasilan tambahan…. Tapi jangan sampai menjahili konsumen yang masih awam, Btw makasih sudah berkunjung.

  2. Wah artikelnya bagus, nambah pengetahuan, bisa jadi bahan untuk menjadi konsumen cerdas, dan mungkin bisa dijadikan brosur yang simpel

    1. Iya tapi kalau olshop baru harusnya sih likenya masih dikit tapi harus lebih teliti lagi dalam memilih sih, Btw makasih sudah berkunjung.

  3. Kemaren saya juga dapat pembeli yg agak anehh gan, tapi yaa kayaa gituu dehh. Akhirnyaa ada yg satu hati jugaa kaya saya

    1. Kadang pembeli yang aneh antara mereka masih awam atau memang lagi bosen aja ya, Btw makasih sudah berkunjung.

  4. waahh bagus banget nih website, bisa nambah pengetahuan + desain web nya juga bagus, jadinya kita nyaman membacanya

  5. iya bener banget gan, kita harus menjadi konsumen yang cerdas supaya gak mengecewakan saat belanja

  6. Pokoknya harus jadi konsumen cerdas ya mas. ? Mau belanjanya online ataupun konvensional. Hehe…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *