Apa Jadinya Kalau Hidup Tanpa Ada Kertas, Bisakah?

Posted on

Apa Jadinya Kalau Hidup

Tanpa Ada Kertas, Bisakah?
Welcome to my blog

Halo pembaca setia website helmirfansah.com apa kabarnya hari ini? Pasti baik-baik saja kan, Kali ini saya akan membahas mengenai sebuah benda yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua yaitu Kertas, Banyak manfaat yang bisa kita ambil dalam menggunakan kertas. Banyak sekali kebutuhan sehari-hari yang memerlukan kertas bahkan hampir tidak akan tergantikan fungsi kertas dalam kehidupan, Kegiatan kecil yang kamu lakukan dalam menggunakan kertas antara lain, Mencoret-coret atau menulis menggunakan buku, Membersihkan hidung karena flu dengan tisu, Bahkan teh celup yang kamu buat itu terdapat kertas pembungkusnya… Kertas membuat hidup kita lebih nyaman.

Ada sebuah cerita yang diambil pada tahun 1970-an bahwa orang-orang pada zaman itu meramalkan bahwa kita akan menjadi masyarakat tanpa kertas pada tahun 2000-an yang berarti semua produk yang menggunakan kertas akan kalah dengan produk alternatif? Apalagi sekarang zaman serba digital tetapi lihatlah sekitar kalian kertas masih memainkan peran besar dalam kehidupan sehari-hari.

Akan tetapi ramalan itu hampir benar karena sekarang banyak orang yang merasa bahwa produksi kertas dapat merusak lingkungan yang dapat disimpulkan mereka lebih memilih produk alternatif. Kabar baiknya kertas sampai sekarang masih menjadi media atau bahan yang berguna dan produksi kertas merupakan anugrah bagi lingkungan kita, Kita hanya perlu merubah pandangan negatif terhadap kertas karena bakalan muncul mitos-mitos yang sebenarnya mudah sekali dipecahkan tetapi masyarakat sudah di didik untuk mempercayai mitos tersebut, Apa saja mitos mengenai kertas yang membuat pandangan negatif bertumbuh?

Mitos: Mengunakan lebih sedikit, Selamatkan pepohonan!

Fakta:

  • Saat ini banyak perusahaan yang memproduksi kertas terlibat dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab untuk melestarikan lingkungan alam yang kita cintai.
  • Mereka berpikir dari pada menggunakan pohon-pohon muda dan sehat, Mending menggunakan pohon yang mati untuk produksi kertas, Situasi terbaik bagi keduanya.
  • Untuk memastikan konservasi hutan, perusahaan pembuatan kertas terlibat dalam penanaman kembali pohon-pohon ketika mereka ditebang!Bahkan, peningkatan tahunan kawasan hutan di 27 negara Uni Eropa adalah sekitar 503.000 hektar / tahun. Itu 3.403 lapangan sepakbola setiap hari! [1]

[1] http://cepi.org/system/files/public/documents/myths_realities/Forest.pdf

Mitos: Produksi kertas buruk untuk iklim

Fakta:

  • Pohon yang lebih muda lebih efisien menyerap karbon dioksida dibandingkan yang lebih tua.Oleh karena itu, melalui proses panen dan penanaman kembali, pohon yang ditanam kembali akan bermekaran menjadi hutan muda yang sehat yang memaksimalkan penyerapan karbon dioksida!
  • Industri kertas terus mengoptimalkan proses untuk mengurangi tekanan lingkungan.Misalnya, industri pulp dan kertas Eropa telah mengurangi emisi CO 2per ton kertas yang diproduksi oleh 42% sejak tahun 1990! [2]

[2] http://cepi.org/system/files/public/documents/myths_realities/badfortheclimate.pdf

Mitos: Studio film animasi tidak menggunakan kertas untuk gambaran tangan

Fakta:

  • Bahkan, studio menggambar ratusan gambar untuk membuat konsep dan menyelesaikan tampilan karakter dan kepribadian sebelum animasi dimulai. Sebagai contoh, Pixar menggunakan 98.173 gambar storyboard untuk film WALL-E pada tahun 2008. [3]

[3] http://www.fastcompany.com/1742431/pixars-motto-going-suck-nonsuck

Mitos: E-book lebih efektif untuk belajar dari pada buku teks

Fakta:

  • Banyak dari kita mendapat manfaat dari melibatkan indera peraba saat belajar. Ini disebut pembelajaran kinestetik.
    Ini berarti indra peraba yang terlibat dalam memegang buku fisik dan membalik halamannya membantu dalam pembelajaran & retensi pengetahuan! [4]
  • Pembacaan berkepanjangan dan paparan cahaya yang dipancarkan dari layar e-pembaca menyebabkan sindrom penglihatan komputer – ini menghasilkan gejala sementara seperti sakit kepala dan penglihatan kabur!

[4] http://www.scientificamerican.com/article/reading-paper-screens/

Mitos: Media elektronik lebih ramah lingkungan daripada cetak

Fakta:

  • Perangkat elektronik seperti komputer adalah perangkat yang haus kekuasaan dan meningkatkan jejak karbon kita. Selain itu, untuk memproduksi mereka membutuhkan mineral dan plastik yang membebani lingkungan kita.
  • Sebuah e-reader membutuhkan ekstraksi 15 kg mineral, 299 liter air dan 100 kilowatt jam bahan bakar fosil.Sebuah buku yang terbuat dari kertas daur ulang hanya membutuhkan 10 kg mineral, 7,6 liter air dan 2 kilowatt jam bahan bakar fosil. Anda melakukan matematika. [5]
  • Sebuah penelitian yang dilakukan di Eropa pada tahun 2009 membuktikan bahwa membaca berita online selama 30 menit menghasilkan 35 kg CO  / tahun saat membaca surat kabar cetak hanya menghasilkan 28 kg CO  / tahun.

[5] http://www.nytimes.com/interactive/2010/04/04/opinion/04opchart.html?_r=1&

Itu beberapa mitos sesat tentang kertas, Sebenarnya jika kita menggunakan kertas sesuai dengan kebutuhan mitos tersebut tidak akan benar terjadi, Misal jangan pergunakan kertas untuk hal yang tidak bermanfaat. Sebelumnya apakah kalian sudah mengetahui asal-usul adanya kertas? Jika belum yuk mari kita belajar bersama-sama jika ada kesalahan mohon untuk di koreksi.
Sejarah kertas
Hidup tanpa kertas?

Setelah memahami betapa pentingnya kertas kali ini kita akan menghayal bagaimana jika kita sejak awal hidup tanpa kertas atau tiba-tiba kertas diberhentikan produksinya, Karena perbedaan yang dirasakan oleh masyarakat untuk 2 skema akan beda… Jika kamu hidup tanpa kertas karena belum diciptakan rasanya akan berbeda jika hidup tanpa kertas karena tidak ada yang memproduksinya (Langka), Rasa kehilangan pasti akan lebih terasa jika kita hidup tanpa kertas sesudah kertas ada di kehidupan kita.

Saya melakukan survei di Instagram dengan pertanyaan “Apa jadinya kalau hidup tanpa ada kertas? Bisakah” kemudian respon netizen sangatlah berbeda-beda bisa kalian lihat pada gambar disamping bahwa 43% orang memvoting “Bisa” lalu 57% memvoting “Gak Bisa :'(” sebagian besar netizen memberikan jawaban Bisa menyebutkan alasan “sekarang sudah zamannya teknologi canggih masih ada gadget” tetapi fakta diatas mengungkap bahwa media kertas masih memainkan pasar yang cukup tinggi karena jika kamu menggunakan gadget untuk menulis dan membaca ada beberapa orang yang tidak bisa melihat pasti akan kesusahan dan semua orang yang melihat atau membaca pada kondisi cahaya yang dipancarkan dari layar akan mengalamai gejala seperti penglihatan kabur dan sakit kepala.

Dan untuk yang memilih “Gak Bisa :'(” mereka memberikan alasan karena akan banyak sekali hal-hal yang akan terjadi jika kertas sudah tidak bisa ditemukan lagi, Mungkin saya akan merangkumnya sedikit tentang apa saja hal penting yang tidak bisa ditinggal oleh kertas menurut para pemilih voting di Instagram.

Nasib dokumen penting gimana?
Ya saya tahu pasti isi di kepala kalian akan seperti ini “Kan dokumen bisa melalui digital?” Sebagian dokumen bisa saja tetapi untuk dokumen penting semisal KTP, Kartu Keluarga, Surat-surat kepemilikan semua itu tidak bisa menggunakan digital, Belum lagi di beberapa daerah pasti akan kesusahan untuk mengakses dokumen digital mereka karena sulitnya teknologi masuk. Apalagi dengan maraknya kejahatan pada dunia Internet atau yang biasa disebut Cybercrime bisa-bisa semua data pribadi yang sudah menjadi digital dicuri oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab karena kelalaian yang punya.
Mau baca di gadget terus?
Kalau kertas sudah tidak di produksi lagi atau kehidupan kita menerapkan gaya baru yaitu paperless otomatis kita akan membaca atau menulis melalui gadget yang kita punyai, Dan seperti mitos diatas bahwa Gadget tidak selalu baik karena jika berlama-lama membaca menggunakan gadget akan menyebabkan terjadinya sindrom penglihatan komputer yang gejalanya bisa penglihatan kabur dan sakit kepala, Nah jika kita membaca langsung dengan buku fisik bagi yang suka membaca pasti akan merasakan kenikmatan membaca melalui buku yang tidak bisa tergantikan.

Itu 2 kejadian besar yang akan merubah gaya hidup kita jika tidak ada lagi kertas dalam kehidupan, Kertas diciptakan karena untuk menstabilkan kehidupan di Bumi ini jika tidak ada kertas pasti Hutan-hutan akan bertumbuh terus mati tanpa adanya pengelolaan yang pasti, Oleh karena itu dari pada kita mengandai-andai kertas tidak ada mending kita berpikir bagaimana caranya untuk menjaga hutan agar lebih terawat karena kita tidak bisa hidup dengan kertas.

Karena seperti mitos “Produksi kertas buruk untuk iklim” yang sudah dipecahkan jika faktanya industri kertas justru membawa dampak dalam melestarikan hutan dengan cara memanem pohon yang lebih tua sesudah itu mereka menanam pohon kembali dan akan menjadi hutan muda yang sehat karena memaksimalkan penyerapan karbon dioksida.

Salah satu pembuat pulp dan kertas terbesar dan dengan teknologi terkini dan terefisien di dunia yaitu APRIL Group. Di Indonesia bisnis ini dibangun berdasarkan Kebijakan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan (Sustainable Forest Management Policy). Pada 2006 Anak perusahaan April Group yaitu PT RAPP (Riau Andalan Pulp & Paper) disertifikasi untuk Pengelolaan Hutan Tanaman Berkelanjutan berdasarkan standar Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI). APRIL berhasil mendapatkan sertifikasi kembali di bawah SPFM-LEI pada tahun 2011 lima tahun kedepan.

Sejarah singkat April group

Produk Kertas PaperOne yang diproduksi PT RAPP termasuk merek kertas unggulan yang dipasarkan dan dijual di lebih dari 70 negara di dunia. Produk ini telah bersertifikat PEFC yang memastikan bahwa produk ini berasal dari perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan.

Semua produk PaperOneTM diproduksi dengan menggunakan HD Print Teknologi ProDigiTM terbaru untuk menghasilkan kualitas yang lebih unggul untuk keperluan percetakan. Kertas yang dihasilkan 3 kali lebih halus d 33% lebih kuat karena memiliki material produksi 100% Elemental Chlorine Free (ECF) dari perkebunan yang dikelola secara berkelanjutan.

bagaimana kertas diproduksi?
Kertas diproduksi melalui proses pengeringan pulp yang kemudian dicampurkan dengan serat selulosa hingga merekat dan menyatu. Ketika masih basah, kertas tersebut diproses dengan serangkaian proses penggulungan yang dipanaskan untuk tujuan diratakan dan dikeringkan. Produk di kemudian dilapisi dengan perekat dan berbagai zat tambahan untuk meningkatkan kualitasnya. Terakhir, untuk menghasilkan kertas yang halus dan mengkilap, proses penggulungan pun dilakukan secara berulang kali hingga dinilai produk siap digunakan. untuk lebih lengkapnya cek video dibawah ini.
Kesimpulan

Jika dirasa kalian bisa hidup tanpa kertas mungkin itu hanya keinginan labil kalian ingin Ujian di Sekolah hilang karena tidak ada yang namanya kertas, Tetapi kalian lupa jika ujian sekolah sekarang bisa dilakukan melalui komputer alhasil bukannya mengurangi stress malah menambah stress apabila beberapa produk kertas yang membantu untuk mencoret-coret perhitungan saat ujian matematika sudah tidak bisa lagi karena tidak adanya kertas … Tanpa ada kertas hidup kita akan terasa kurang pastinya oleh karena itu kita wajib menggunakan kertas dengan hal-hal yang bermanfaat, Jangan buang-buang kertas sembarangan. Karena bukan kertas yang menentukan kualitas lingkungan tetapi kalian sendiri yang menentukannya.

Mungkin sekian dahulu artikel saya mengenai “Apa Jadinya Kalau Hidup Tanpa Ada Kertas, Bisakah?” jika ada kesalahan kata penulisan atau informasi mohon untuk dikoreksi dengan cara komentar dibawah ini, Apabila artikel saya memberikan manfaat yang cukup mendalam mohon untuk dibagikan ke sosial media atau grup WA keluarga kalian agar semua kerabat dekat dapat membaca artikel yang menarik namun bermanfaat seperti ini, Terima kasih sudah berkunjung.

Sumber:

  • http://theforestryeduportal.com/
  • http://aprilasia.com/
Summary
Review Date
Reviewed Item
Apa Jadinya Kalau Di Dunia Tidak Ada Kertas?
Author Rating
51star1star1star1star1star

17 thoughts on “Apa Jadinya Kalau Hidup Tanpa Ada Kertas, Bisakah?

  1. Bagus artikelnya, berarti menurut hemat penulis apakah kegiatan paperless itu bagus? karena banyak benda-benda dan sampah elektonik yang juga berpotensi mengotori lingkungan

  2. Mungkin mengenai kebiasaan yg mnjadi tdk trlpas dri hal itu, bsa jdi kertas bsa digantikan ol3h daur ulang plastik, dan memmang dunia online tudak dpat menyimpan dokumen dgn aman, tetapi artikel ini membantu juga kita untuk berpikir ke depan

  3. Kertas ga bakalan habis berarti ya. Berarti jomblo masih bisa usaha nulis surat cinta walaupun di tolak berkali2 namun gapernah nyerah. Kan kertas masih banyak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *