Shell Eco-Marathon, Solusi Energi Di Masa Depan

Posted on

Shell Eco-Marathon

Solusi Energi Di Masa Depan
Sebagai manusia kita membutuhkan energi untuk melakukan kegiatan sehari-hari.

Seperti jika pagi hari ingin berangkat sekolah ataupun kerja, Seharusnya kita sarapan terlebih dahulu. Jika tidak tubuh kita akan mudah lemas dan lesu.

Makanan itulah yang membuat kegiatan semakin lancar tubuh tidak mudah lemas dan lesu karena sudah di isi dengan nutrisi yang cukup.

Sama halnya dengan kendaraan yang pasti membutuhkan sumber energi, Dan kendaraan memakan energi dari bahan bakar minyak.

Tahukah kalian pada tahun 2016 data pengguna kendaraan bermotor di Indonesia sudah mencapai angka 129 juta unit lebih.

Yang rinciannya ada 14,5 Juta pengguna mobil penumpang, 2,4 juta Bis, 7 juta mobil barang dan 105 juta pengguna sepeda motor.

Pengguna sepeda motor pada tahun 1960an kebawah jumlahnya masih sama dengan pengguna mobil penumpang.

Dan pada tahun 1970an jumlah sepeda motor jumlahnya sudah 2 kali lebih banyak ketimbang mobil penumpang sampai sekarang.

Data Jumlah Kendaraan Bermotor tahun 2016
Shell

Mobil Penumpang

14.580.666
Shell

Mobil Bis

2.486.898
Shell

Mobil Barang

7.063.433
Shell

Sepeda motor

105.150.082
Saya tidak tahu persis apa yang menyebabkan pengguna sepeda motor bisa membludak seperti itu, Tetapi saya jika boleh beropini penyebab dari membludaknya pengguna sepeda motor.

Pertama mungkin karena sebagian besar orang dahulu senang sekali jika berpergian menggunakan kendaraan motor pribadi.

Kedua kondisi kendaraan umum yang kurang nyaman.

Ketiga mungkin lebih mementingkan rasa ego dan gengsi yang cukup tinggi.

Keempat harga sepeda motor lebih murah karena didukung dengan kredit dan DP ringan.

Dengan banyaknya pengguna bermotor di Indonesia tidak dipungkiri lagi jika banyak titik-titik macet yang bermunculan setiap tahun pada daerah tempat kamu tinggal.

Saya tinggal di Gresik yang merupakan daerah Kawasan Industri tetapi rumah saya jauh dari situ, Tetapi masih saja menemukan yang namanya titik macet.

Memang untuk di daerah pedesaan macet hanya berada di titik-titik tertentu misalnya pada pertigaan atau perempatan tetapi itu wajar untuk jalanan yang tidak terlalu lebar, Dan itu lumayan sedikit menganggu perjalanan bisa telat sekitar 15 menit.

Macet di daerah saya juga tergantung dari waktu saja, Paling sering yaitu sekitar waktu pagi hari karena banyak yang berangkat kerja dan sekolah dan sore hari karena banyak yang pulang kerja.

Sayapun tidak bisa membayangkan apabila yang berada di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya padahal dengan jalanan yang lebar, Macetnya lebih parah dengan daerah-daerah kecil seperti Gresik.

Iya saya tahu… Kalau jumlah kendaraan di Jakarta sangat banyak jadi nggak usah komentar seperti itu, Di Gresik juga begitu tetapi bedanya disini yang banyak itu Truk-truk besar.

Belum lagi yang melanggar peraturan membuat semakin amburadul sistem di jalanan, Kalau udah tahu belum layak memiliki kendaraan pribadi kenapa tidak menggunakan kendaraan umum… Oh iya kan mengedepankan gengsi.

Sebagian besar kendaraan bermotor di Indonesia masih menggunakan bahan bakar yang bersumber dari energi minyak bumi, Dan minyak bumi dihasilkan dari fosil-fosil hewan di laut yang sudah tenggelam berjuta-juta tahun yang lalu.

Minyak bumi bukanlah sumber energi yang dapat diperbarui oleh karena itu, Sumber utama kendaraan dapat habis dan kalau bahan bakar habis kendaraanmu mau buat apa?

Sayapun pernah melihat berita online mengenai sumber minyak bumi di Indonesia hanya tinggal beberapa tahun lagi *bentar ya saya googling terlebih dahulu.

Nah sudah ketemu di website jurnas.com yang memberitakan bahwa Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan “Saat ini Indonesia memiliki cadangan minyak bumi 3,3 miliar barel.

Dengan asumsi produksi konstan 800.000 barel per hari tanpa adanya temuan cadangan baru, maka dalam 11 hingga 12 tahun ke depan Indonesia tidak mampu memproduksi minyak bumi lagi.

Jika kita belum memiliki energi alternatif atau menemukan cadangan baru dari minyak bumi maka demi memperlambat habisnya minyak bumi di Indonesia, Pemerintah melakukan penurunan menjadi 700.000 barel per hari.

Pastinya dengan keadaan seperti ini kita harus berpikir futuristik, Berpikir mengenai apa solusi yang harus dilakukan di masa depan terkait semakin menipisnya sumber energi minyak bumi.

Tetapi jangan khawatir, Karena Shell sudah memikirkan itu!

Sebuah inovasi yang sangat bagus sekali dari Shell yang membuat sebuah kompetisi yang menantang para mahasiswa di seluruh dunia untuk merancang, membangun, menguji, dan mengendarai kendaraan yang sangat hemat energi.

Kompetisi ini dinamakan Shell Eco-Marathon

Sebelum lebih jauh membahas mengenai Shell Eco-Marathon mari kita bahas mengenai Shell itu sendiri bagi kalian yang belum tahu ya.

SHELL
Royal Dutch Shell plc atau lebih dikenal sebagai Shell, Merupakan perusahaan migas (minyak dan gas) multinasional yang memiliki kantor pusat di Belanda dan didaftarkan di Inggris.

Terbentuk karena bergabungnya Royal Dutch Petroleum dan Shell Transport & Trading, hingga tahun 2016, Shell merupakan perusahaan terbesar ketujuh di dunia, jika dilihat dari pendapatannya, Dan juga merupakan enam perusahaan minyak dan gas terbesar di dunia.

Shell beroperasi di lebih dari 90 negara, Memproduksi sekitar 3,1 juta barel minyak setiap hari, dan memiliki 44 ribu SPBU di seluruh dunia.

Shell mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1928.

Pertama kali membuka SPBU di Indonesia sejak 1 November 2005 yang terletak di Lippo Karawaci, Tangerang.

Pada 1 Maret 2006, Shell membuka SPBU di Jakarta yang terletak di Jalan S. Parman (Slipi).

Bahan bakar yang diperjualbelikan adalah Shell Super, Shell Super Extra, dan Shell Diesel.

Mungkin itu saja mengenai penjelasan tentang Shell, Karena saya sudah tidak sabar membahas mengenai Shell Eco-Marathon karena Indonesia ikut andil dalam kompetisi tersebut, yuk langsung saja.

SHELL Ec0-marathon
It’s not about speed. It’s about energy efficiency.Ini bukan soal kecepatan

Ini soal efisiensi energi

Kompetisi ini dimulai pada tahun 1939 ketika seorang karyawan Shell Oil Company di AS membuat taruhan atas siapa yang dapat melakukan perjalanan terjauh dengan jumlah bahan bakar yang sama.

Sejak itu telah berkembang menjadi 2 benua lagi, mencakup banyak jenis energi dan memicu perdebatan sengit tentang masa depan energi dan mobilitas.

Shell Eco-Marathon merupakan sebuah kompetisi yang sangat unik, Peserta di tantang untuk merancang, membangun, dan menguji mobil hemat energi sampai ke batas-batas yang memungkinkan secara teknis.

Untuk Shell Eco-Marathon 2018 diselenggarakan di 3 lokasi di dunia, dengan berikut rinciannya

  • Shell Eco-marathon Asia: 8-11 Maret di Singapura, SG
  • Shell Eco-marathon Americas: 19-22 April di Sonoma, California, USA
  • Shell Eco-marathon Europe: 5-8 Juli di London, United Kingdom

Untuk benua Asia dan Amerika kompetisi ini sudah berakhir jika dilihat dari tanggalnya saja sudah kelihatan ya…

…karena artikel ini dibuat sebelum kompetisi di Eropa maka jangan salahkan saya jika ada informasi yang belum tersampaikan seperti pemenang dari Eropa atau hal yang terkait mengenai Shell Eco-marathon Europe.

Saya sebenarnya ingin lebih membahas kompetisi Shell Eco-marathon Asia yang dilaksanakan tanggal 8-11 Maret 2018 di Changi Exhibition Centre, Singapura.

Shell Eco-marathon Asia dengan jumlah peserta sekitar 120 tim mahasiswa lebih dari 18 negara yang berkumpul di Singapura untuk berkompetisi di Shell Eco-marathon tahun ini.

Terdapat 2 kategori atau kelas yang di kompetisikan yaitu Prototype dan UrbanConcept, Di dalam kategori tersebut terdapat 3 sub kategori atau tipe energi yaitu Internal Combustion, Battery Electric dan Hydrogen Fuel Cell.

  • Kategori Prototype berfokus pada efisiensi maksimum, sementara kenyamanan penumpang mengambil tempat duduk belakang.
  • Kelas UrbanConcept mendorong desain yang lebih praktis.

Kenapa saya ingin membahas Shell Eco-Marathon Asia 2018 terlebih dahulu?

Karena ada bendera Indonesia yang berhasil mendapatkan podium di Shell Eco-Marathon

Mereka adalah Tito Setyadi Wiguna untuk Tim Semar Urban 3.0 dari Universitas Gajah Mada (UGM), disusul Muhammad Hafiz Habibi untuk Sapuangin Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Fauzi Achmad Prapsita untuk Tim Garuda Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
3 Tim Indonesia tersebut berhasil memenangkan kompetisi Drivers’ World Championship (DWC) Asia 2018.

Semua pemenang berhasil mendapatkan tiket tempat ke Grand Final Drivers’ World Championship di acara Make The Future Live di London, Inggris, Pada 8 Juli mendatang.

Mereka akan berhadapan dengan 3 tim terbaik dari Amerika dan Eropa untuk dinobatkan sebagai juara Grand Final dan akan mendapatkan pengalaman sekali seumur hidup untuk mengunjungi Scuderia Ferrari.

Suatu yang membanggakan sekali karena ketiga pemenang yang berhasil menuju ke Grand Final merupakan tim dari Indonesia, Dan saya disini selalu mensupport semua yang selalu menjadi kebanggaan Indonesia.

Tapi bukan hanya itu prestasi yang berhasil diraih oleh tim Indonesia, Tim Semar UGM selain finis pertama mereka juga memenangkan kategori Urban Concept atau yang paling efisien dengan menyisakan 0,9% bahan bakar.

Mereka adalah Tito Setyadi Wiguna untuk Tim Semar Urban 3.0 dari Universitas Gajah Mada (UGM), disusul Muhammad Hafiz Habibi untuk Sapuangin Team 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Fauzi Achmad Prapsita untuk Tim Garuda Eco Team dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

3 Tim Indonesia tersebut berhasil memenangkan kompetisi Drivers’ World Championship (DWC) Asia 2018.

Semua pemenang berhasil mendapatkan tiket tempat ke Grand Final Drivers’ World Championship di acara Make The Future Live di London, Inggris, Pada 8 Juli mendatang.

Mereka akan berhadapan dengan 3 tim terbaik dari Amerika dan Eropa untuk dinobatkan sebagai juara Grand Final dan akan mendapatkan pengalaman sekali seumur hidup untuk mengunjungi Scuderia Ferrari.

Suatu yang membanggakan sekali karena ketiga pemenang yang berhasil menuju ke Grand Final merupakan tim dari Indonesia, Dan saya disini selalu mensupport semua yang selalu menjadi kebanggaan Indonesia.

Tapi bukan hanya itu prestasi yang berhasil diraih oleh tim Indonesia, Tim Semar UGM selain finis pertama mereka juga memenangkan kategori Urban Concept atau yang paling efisien dengan menyisakan 0,9% bahan bakar.

Darwin Silalahi selaku Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia memberikan apresiasi yang sangat besar kepada 26 Tim Mahasiswa Indonesia yang telah berjuang dalam kompetisi Shell Eco-marathon 2018…

….Terutama kepada ketiga tim yang berhasil mendapat juara di DWC Asia, Darwin menyatakan kegembiraannya

“Selamat kepada tiga tim Indonesia yang berhasil menjadikan All Indonesian Team sebagai juara di DWC Asia. Kita semua sangat bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Bukti nyata dan inspiratif bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki talenta dan kemampuan yang sangat kompetitif tidak hanya di regional, tetapi juga di tingkat global.”

“sumber daya manusia yang resilient, inovatif, dan mampu berkompetisi di ajang global menjadi modal untuk menjadi pemenang di era revolusi industri 4.0” ImbuhnyaDarwin Silalahi

Country Chairman & President Director PT Shell Indonesia

GAllery tim indonesia
Penghargaan kategori Prototype

Selain DWC, Kompetisi Shell Eco-marathon Asia 2018 juga mengumumkan para pemenang pada kategori prototype.

Pada tahun ini rekor jarak tempuh terbaik bisa memecahkan rekor tahun lalu 2.288.9 km/l ialah Panjavidhya1 dari Panjavidhya Technological College dari Thailand dengan jarak tempuh 2.341.1 km/l.

Wah keren banget kalau ada kendaraan dengan jarak tempuh seperti itu di Indonesia.

Para pemenang lain untuk kompetisi Prototype diantaranya Team HuaQi-EV dari Guangzhou College of South China University of Technology (China) dengan hasil 511.0 km/kWh di kategori Battery Electric.

Dan tim TP ECO FLASH dari Temasek Polytechnic (Singapore) dengan hasil of 404.3 km/m3 di kategori Hydrogen.

Penghargaan Off-Track

Selain penghargaan yang memiliki sangkut paut terhadap balapan alias On-Track.

Shell Eco-marathon juga memberikan penghargaan Off-Track kepada tim-tim mahasiswa untuk keahlian teknis dan kreatif mereka yang luar biasa, serta pendekatan yang mereka gunakan untuk sektor keamanan dan keberlanjutan.

Kategori ini mencakup, Desain Kendaraan (Vehicle Design), Inovasi Teknis (Technical Innovation), Keselamatan (Safety), Komunikasi dan Kegigihan (Communications and Perseverance) dan Semangat dalam Acara (Spirit of Event).

Dan salah satu tim Indonesia juga ada yang berhasil mendapatkan penghargaan pada kategori ini yaitu…

….GARUDA UNY ECO TEAM dari Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia, mendapat penghargaan Safety Award untuk desain UrbanConcept car.

make the future 2018 singapore
Make The Future di Singapura merupakan sebuah festival kumpulan dari gagasan dan inovasi untuk Asia, Mendukung ide-ide cemerlang tentang energi dan menyediakan platform untuk inovasi, kolaborasi dan percakapan tentang tantangan energi global.

Festival Make The Future kembali pada tahun kedua dan sudah berlangsung pada tanggal 8-11 Maret 2018 kemarin di Changi Exhibition Centre, Singapura, Disana para pengunjung bisa mengeksplorasi masa depan energi dan mobilitas melalui dialog terbuka.

Dan disana kalian dapat menemukan cara menghasilkan energi listrik dengan menari, bermain permainan interaktif, membangun dan membalap mobil saltwater mini, dan bertemu para ilmuwan muda dan perusahaan energi baru.

Juga ada pertunjukan langsung oleh Lauv, Gentle Bones, Charlie Lim, Jasmine Sokko, dan MICappella.

Bagi kalian yang ingin melihat beberapa inovasi dan ide-ide cemerlang dari para ilmuwan atau kalianlah yang memiliki inovasi dan ide-ide tersebut? Mungkin tahun depan kalian cocok untuk join festival Make The Future dari Shell.

Tetapi kompetisi Shell Eco-marathon ini bukanlah sekedar hanya untuk mencari gelar juara saja, Melainkan bertujuan untuk memberi inspirasi kepada para peserta untuk menjadi ilmuwan dan insinyur di masa depan.

Diharapkan mereka mampu menemukan sebuah solusi dan membuat kendaraan yang dapat melampaui batas-batas efisiensi energi.

Yang dimana kendaraan rancangan dan buatan mereka yang sudah diuji efisien, Merupakan solusi terbaik untuk masalah krisis sumber energi minyak bumi.

Mungkin itu dia artikel dari saya mengenai kompetisi yang sangat menginspirasi karena bisa menciptakan solusi pada masa depan.

Untuk masa depan kita hanya tinggal menunggu waktu dari riset dan uji dari para ilmuwan saja, Tetapi kita bukan hanya tingal diam begitu saja.

Kita juga bisa membuat masa depan, Bekerja sesuai bidang masing-masing…

…mencoba menjadi yang terbaik di bidang kita, Pasti kalian akan menjumpai masa depan yang sukses.

Oh iya kita akan tunggu prestasi apalagi dari anak-anak Indonesia yang akan mengikuti kompetisi dari Shell Eco-marathon dari tahun ini sampai tahun berikutnya, Kita bangga kepadamu ??.

Sekian artikel saya jika ada kesalahan tulisan maupun informasi mohon untuk dikoreksi kembali dengan cara komentar di bawah ya.

Jika artikel saya bermanfaat tolong bagikan artikel ini ke media sosial dan grup WA keluarga kalian supaya para teman-teman dan keluarga bisa lebih menghemat bahan bakar.

Terima kasih sudah berkunjung. Oh iya untuk informasi lebih lanjut mengenai kompetisi Shell Eco-Marathon coba kalian cek website dibawah ini.

#Shellecomarathon #energimasadepan #makethefuture

Sumber referensi:

  • http://www.shell.com/ecomarathon
  • https://www.shell.co.id
  • http://www.bps.go.id/
  • https://www.flickr.com/photos/shell_eco-marathon
  • http://www.jurnas.com/
  • https://youtu.be/Wt_Ruy_ejPY
  • https://id.wikipedia.org/
  • https://sg.makethefuture.shell/
Summary
Review Date
Reviewed Item
Shell Eco-Marathon, Solusi Energi Di Masa Depan
Author Rating
51star1star1star1star1star

39 thoughts on “Shell Eco-Marathon, Solusi Energi Di Masa Depan

  1. Cadangan minyak indonesia cuma 0,2% dr total cadangan dunia. Kalau kita enggak efisien, nambah impor minyak ntar. Karya temen2 mahasiswa ini patut dikembangkan hehe

  2. Sebuah gebrakan prestasi dari anak-anak Indonesia. Ternyata karya teknologi buatan anak negeri gak kalah dengan teknologi buatan luar negeri. Mungkin, indonesia hanya butuh pengembangannya saja 🙂

  3. Semoga tidak berhenti sampai di situ saja ya.. terus berkarya nyata di negeri tercinta Indonesia..

    Salam

  4. Semoga akan semakin banyak generasi bangsa Indonesia yang berprestasi di internasional ya. Keren keren banget emang orang Indonesia itu.

  5. Keren2. Anak muda ang jadi contoh banget dengan prestasinya 🙂

    www*sugatangguh*com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *