Pentingnya Cegah Hoax

Mulai Dari HP Keluarga
#SebarkanBeritaBaik
Welcome to my blog

Halo para pembaca setia helmirfansah.com, Kali ini kita akan membahas mengenai pengaruh netizen Indonesia yang terkadang sangat-sangat random, Karena ketidaktahuannya akan membagikan konten atau informasi ke media sosial tanpa kroscek 2 kali mereka bisa membuat orang lain yang mencoba membacanya terpengaruh, iya kalau informasi itu benar? Kalau tidak? Jeng jeng anda terkena HOAX, Buruknya bisa membuat suatu pola pikir orang apalagi para remaja labil bisa berubah-ubah apalagi kalau hoaxnya bisa memecah belah persatuan bangsa wah gawat tuh.

Memang untuk orang awam akan sedikit sulit untuk membedakan mana yang berita asli dan berita Hoax. Mungkin pembaca saya ada yang belum mengerti mengenai tentang hal-hal seperti ini, Oke mungkin akan saya jelaskan sedikit demi sedikit. Sebelumnya saya ingin mengenalkan ke kalian istilah lainnya yang hampir mirip dengan hoax yaitu Klik Bait (Clickbait). Hoax dan Klikbait sepertinya sama-sama susah jika orang awam membedakannya, Jadi berikut merupakan pengertian Hoax dan Klikbait menurut saya:

Hoax

Berita Hoax menurut saya secara simpel adalah suatu berita bohong, Sangat singkat sekali kan? *Padahal ini karena koneksi di kampung saya yang tidak begitu bagus jadi saya mencoba menyimpulkan sendiri apa itu hoax. Namun akan saya pelajari lagi mengenai Hoax jika koneksi sudah kembali membaik agar kalian tidak terkena hoax dari artikel tentang hoax (ah bingung dah).

Klikbait

Klikbait atau clickbait pengertiannya seperti para pembuat konten mencoba untuk menarik perhatian anda agar mengklik konten seperti artikel/video mereka, Simpelnya seperti ini kalian melihat judul artikel dengan kata “WOW, TERCENGANG dll” namun isi artikelnya nggak WOW-WOW amat atau nggak bikin TERCENGANG juga.

Artikel Clickbait bisa mengakibatkan penyesalan saat sudah membuka konten tersebut hahaha. Namun saat anda membuka artikel Hoax yang akan kalian dapatkan adalah disinformasi/kesalahpahaman yang parahnya lagi jika kalian percaya tentang berita hoax dan membagikannya kembali akan muncul beberapa orang awam yang akan percaya seperti anda, dan yang lebih parahnya lagi artikel hoax bisa membuat perpecahan dari tingkat keluarga sampai bangsa.

Eh tapi sebelum ke pembahasan lebih serius saya mau bahas hal ini dulu deh, Bagaimana sih cara pengucapan kata Hoax yang benar di Indonesia? Hehe meskipun agak absurd pembahasannya tetapi membuat rasa penasaran hilang kan… Apakah seperti ini “Hoks” atau “Hoak” atau “Hoaks” atau “Hoak” hmm tolong dijawab dikolom komentar ya, Kalau saya sendiri lebih memilih penyebutan “Hoks”. (Nanti akan saya cari tahu jika koneksi sudah membaik). *UPDATE Ternyata benar saya cara pengucapan hoax adalah “hoks” yay akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.

Ciri-ciri hoax

Bagi kalian masyarakat Internet awam “Eh kok sombong bener sih ini penulis, Emang dia nggak awam apa?” Hmm… Gini saya kan memberitahu ke orang awam yang benar-benar belum tahu apa-apa, Namun bagi kalian yang tidak mau menyebut diri anda awam.. Silahkan saja.

Saya memiliki beberapa alasan untuk tidak menyebut diri saya awam, Pertama saya mulai bermain Internet dari SD dan sering aktif pada waktu SMP, Kedua saya seorang Blogger alias penulis konten, Ketiga saya lumayan suka menganalisa yang belum tentu fakta. Keempat saya lulusan SMK TKJ dan ingin melanjutkan kuliah ke jurusan TI, dll.

Jadi bagi kalian netizen yang budiman tidak mau dikatakan orang awam, Ok nggak apa-apa, nggak ada masalah saya hanya mencoba untuk membagikan informasi atau berita baik #SebarkanBeritaBaik. Lanjut ke ciri-ciri konten hoax yang dijelaskan oleh Ditjen IKP, Kementerian Komunikasi dan Informatika Bapak Selamatta Sembiring yakni:

  1. Menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan (fear arousing)
  2. Sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai tanggung jawab atau klarifikasi (whispered propaganda)
  3. Pesan sepihak, menyerang, dan tidak netral atau berat sebelah (one-sided)
  4. Mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal (transfer device)
  5. Memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama, suara rakyat (plain folks)
  6. Judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya
  7. Memberi penjulukan (name calling)
  8. Minta supaya dishare atau diviralkan (band wagon)
  9. Menggunakan argumen dan data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dipercaya (card stacking)
  10. Artikel yang ditulis biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernyataan narasumbernya
  11. Berita ini biasanya ditulis oleh media abal-abal. Media yang tidak jelas alamat dan susunan redaksi
  12. Manipulasi foto dan keterangannya. Foto-foto yang digunakan biasanya sudah lama dan berasal dari kejadian di tempat lain dan keterangannya juga dimanipulasi.

bagaimana dengan hoax membangun?

Apakah ada Hoax yang sifatnya membangun? Hmm… Jika ada orang yang terperangkap dengan hoax mereka pasti tidak memiliki pola pikir mengecek informasi yang ia terima dengan detail atau bisa disebut tidak melakukan verifikasi dahulu, Langsung aja berita dimakan secara mentah-mentah.

Apalagi Hoax yang berarti “Berita bohong” pasti ada pihak yang dirugikan dari Hoax yang memiliki sifat (katanya) membangun. Dari pada membagikan berita hoax yang membangun, Bagikanlah berita baik yang membangun #SebarkanBeritaBaik.

Cara pencegahan hoax

Karena di Indonesia yang pengguna Internet aktifnya bisa mencapai puluhan juta dan terus bertambah, Apalagi netizen-netizen yang baru-baru ini memiliki akses Internet pasti udah sekali untuk terkontaminasi dengan berita Hoax.

Namun mencegah hoax kita tidak perlu jauh-jauh jika belum bisa menjangkau puluhan juta orang Indonesia di dunia maya, Cobalah untuk mengedukasi keluarga, sanak saudara, om, tante, pakde, bude semuanya.

Apakah kalau ada salah satu keluargamu membagikan berita Hoax misalnya di Grup Chat, Kamu diam saja? Atau mencoba mengingatkan? Jika kamu diam saja berarti kamu sama saja seperti dia… Cobalah untuk mengingatkan keluarga besarmu atau minimal keluarga seperti Ayah, Ibu, Kakak, Adik jangan sampai menerima secara mentah berita yang berseliweran di Internet khususnya sosial media.

Jika kamu tidak berani untuk mengingatkan dengan tulisan cobalah berikan alamat artikel ini dan mereka suruh baca agar paham mengenai apa yang baru saja ia perbuat, Dan untuk om dan tante yang sudah dikasih alamat situs ini *hehe maaf om/te bukan bermaksud lancang tapi memang hoax harus kita berantas demi terjaganya NKRI.

Buat Om/Tante yang barusan membagikan artikel hoax sudah dibacakan dari atas? Oke om tante sekarang saya bakalan membagikan bagaimana cara pencegahan hoax, Yang saya lansir dari website kominfo.go.id yaitu:

1. Hati-hati judul provokatif

Pertama yang bakalan dibaca dari sebuah berita adalah Judul, Dari sini para penyebar hoax membuat judul sedemikian rupa dan menjadi seperti kenyataan, Hampir mirip dengan klikbait nih tapi perbedaannya isinya berita asli media resmi yang diubah-ubah menjadi berita bohong. 

Nah jika menemukan artikel dengan judul provoaktif cobalah untuk mencari referensi berita lain, Kemudian bandingkan isi dari berita tersebut. Dan pasti berita bohong tidak bisa diterima oleh akal sehat (biasanya).

2. Pastikan situs terverifikasi

Kadang tulisan alamat situs postingan yang dibagikan pada media sosial seperti Facebook bisa dimanipulasi sesuai dengan apa yang diinginkan pemilik situs. Nah dari sini kalian harus berhati-hati mengenai situs portal berita yang kalian baca, Kadang ada kata-kata yang diplesetin gitu misalnya huruf O diganti 0, Huruf I diganti l (L). 

Menurut dewan pers terdapat 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Namun situs portal berita yang terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300 situs. Jadi masih puluhan ribu situs portal berita yang harus kalian waspadai.

3. Cari fakta

Situs berita yang memberitakan sesuatu informasi kadang cuma sebatas opini saja, Oleh karena itu jangan terjebak dan percaya dengan kata-kata opini situs tersebut melainkan cari kembali referensi berita yang sama tetapi penjelasannya sudah pasti fakta bukan opini penulis.

Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, kalau Opini adalah pendapat dan kesan seseorang mengenai peristiwa yang cenderung untuk bersifat subyektif.

Nah kadang ada berita mengenai opini dari penulis yang sudah ada tagar #OPINI begitu namun masih ada pembaca/pengunjung yang memasukkan kedalam pikiran bahwa itu artikel hoax atau artikel provokatif, Memang sebagai penulis kadang membutuhkan jiwa kesabaran yang tinggi untuk menghadapi para netizen ini.

4. Cek keaslian foto

Dengan berkembangnya teknologi pada zaman sekarang manipulasipun foto pun bisa dilakukan dengan mudah oleh beberapa oknum-oknum nakal. Jika kalian jago dalam mengedit foto/video tolong gunakan ilmu tersebut untuk hal-hal yang berguna ya.

Nah untuk cara mengecek keaslian foto di dunia maya coba kalian gunakan fitur Google Image, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikuti halaman/grup anti hoax

Tenang saja dengan hoax yang bertebaran di Facebook, Karena tidak lama kemudian bakalan ada sebuah postingan dari halaman pada Facebook yang bernama “Indonesian Hoaxes” bukan hanya itu masih banyak lagi silahkan kalian cari sendiri bahkan Grup Facebook juga ada lho.

Terima kasih buat admin halaman tersebut banyak masyarakat awam yang terbantu tentang postingan-postingan hoax/disinformasi/kesalahpahaman dengan penjelasan klarifikasi yang lengkap + bukti-buktinya, Terima kasih sekali lagi karena sudah meluangkan waktunya, RESPEK.

kesimpulan

Apabila kamu menemukan penyebaran konten yang bermuatan negatif, Kalian para pengguna Internet bisa mengadukan konten tersebut melalui media masing-masing untuk saat ini rekomendasi dari saya silahkan adukan konten negatif ke aduankonten.id.

Jika menemukan saudara atau keluarga kalian membagikan artikel hoax silahkan langsung saja tegur dan jelaskan mengenai bahaya dari hoax jika ia tidak terima suruh baca artikel dari saya saja, Maaf jika ada om tante yang kesinggung ya hehe.

Sekian artikel dari saya mengenai “Pentingnya Cegah “Hoax” Mulai Dari HP Keluarga”. Jika ada kesalahan kata mohon untuk dimaafkan atau bisa kalian komentar dibawah kesalahan tersebut agar saya dapat memperbaikinya dan jika artikel ini bermanfaat tolong bagikan artikel ini ke teman-teman kalian dan grup WA keluarga kalian agar mereka selalu membaca konten bermanfaat dari website saya ini, Sekian terima kasih sudah berkunjung. #SebarkanBeritaBaik

Sumber referensi

  • https://kominfo.go.id/
Summary
Review Date
Reviewed Item
Pentingnya Cegah “Hoax” Mulai Dari HP Keluarga
Author Rating
51star1star1star1star1star