Diskominfo DIY Memfasilitasi Masyarakat Untuk Mengembangkan Industri Kreatif Digital | Helmi Irfansah

Diskominfo DIY Memfasilitasi Masyarakat

Mengembangkan Industri Kreatif Digital
 
Welcome to my blog

Halo para pengunjung blog helmirfansah.com, Di zaman yang sudah modern ini banyak sekali bermunculan para calon-calon penerus bangsa yang bisa menjadi investasi untuk negara Indonesia. Hal ini membuat pertumbuhan startup baru di Indonesia meningkat dan berkembang sangat cepat.

Para entrepreneur atau orang-orang kreatif yang ingin menyalurkan ide dan gagasannya tersebut pastinya membutuhkan modal, Minimal tempat atau wadah yang tepat. Jika kita menyadari bahwa yang menjadi penghambat jalannya para orang-orang kreatif ini karena tidak ada yang memfasilitasi mereka untuk berkarya, Disinilah terciptanya suatu tempat bernama Co-working Space… Lalu apasih itu Co-Working Space??? Mungkin admin disini akan menjelaskannya sedikit namun detail.

Co-working space

Asal mula Co-working Space pertama ada di Jerman pada tahun 1995 saat itu ada organisasi nirlaba yang memiliki nama C-Base. Organisasi ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan menggunakan komputer bagi anggota dan masyarakat umum.

Markas C-Base ini bernama C-Base Station yang memiliki fungsi seperti Co-working Space dengan konsep hackerspace, C-Base Station bisa digunakan oleh anggota atau kelompok tertentu yang memiliki tujuan yang sama.

Kemudian pada tahun 1999 (wah saya baru lahir), Bernard “Brian” DeKoven mencetuskan istilah Coworking, Menurut dia cara bekerja yang kolaboratif dan terkoordinasi lewat teknologi, Dalam konsep ini semua pekerja yang hadir adalah setara.

Lalu pada Januari 2002 munculah sebuah Co-Working Space di Wina, Austria berdiri dengan nama Schraubenfabrik (Screw Factory) yang merupakan pusat bagi para komunitas entrepreneur. Tempat tersebut didirikan oleh dua orang yaitu Stefan Leitner-Sidl dan Michael Pöll. Kemudian mereka juga membuat tempat serupa yaitu Hutfabrik – the Hat Factory – dan Rochuspark, pada 2004 dan 2007.

Kemudian baru pada tanggal 5 Agustus muncullah sebuah tempat yang benar-benar diberi nama Co-working Space. Tempat ini didirikan oleh oleh Brad Neuberg di Spiral Muse, San Fransisco. Waktu itu Neuberg hanya menyediakan space berupa 8 buah meja dan dibuka selama dua hari dalam satu minggu.

Setahun setelah hadirnya Co-working Space milik Neuberg, berdirilah sebuah Co-working Space full time di San Francisco dengan nama The Hat Factory. Tempat ini bahkan cukup bersejarah bagi para start up digital dan pekerja lepas di kawasan tersebut.

Untuk Indonesia sekarang sudah banyak sekali Co-working Space di kota besar seperti Jakarta dan Bali, dan diperikarakan hal ini akan terus berkembang karena gaya hidup digital, perkembangan startup, gaya hidup seorang freelance yang tidak mengenal tempat dan waktu untuk bekerja membuat Co-working space menjadi tempat yang menarik untuk digunakan.

Di DIY atau Daerah Istimewa Yogyakarta atau yang biasa kita sebut dengan Jogja terdapat Co-working space yang baru saja diresmikan Dinas Komunikasi dan Informatika DIY (Diskominfo DIY) yang inklusif dan aksesibel, Diberi nama dengan Diskominfo Co-working space (DCS).

Diskominfo Co-working space

Pada Jumat, 24 Agustus 2018 kemarin Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY telah meresmikan Diskominfo Co-Working Space (DCS), Ya Co-working space diskominfo ini ada di Yogyakarta… Untuk kota pelajar, Co-working space mungkin wadah yang paling tepat untuk para orang-orang kreatif yang ingin menyalurkan ide dan gagasannya.

Perlu diketahui Diskominfo Co-working space ini tidak dipungut biaya sepersenpun untuk mengaksesnya dan terdapat beberapa fasilitas dari Diskominfo untuk para masyarakatnya yang ingin menggunakan Co-working space yaitu:

  • Outdoor space untuk kegiatan berdiskusi
  • Performance space untuk komunitas yang mempresentasikan atau menampilkan karyanya
  • 7 Peralatan komputer yang siap digunakan untuk berkreasi
  • Satu ruang studio kecil yang bisa digunakan untuk membuat animasi dan film pendek
  • Serta ruang kelas yang memiliki kapasitas 20 orang untuk digunakan workshop

Dikominfo Yogyakarta membuat Co-working space sangat memperhatikan sekali akses masuk untuk para disabilitas, Sekarang sudah ada akses fisik seperti rampa dan gateline untuk netra. Dan semoga kedepannya bisa ditambah dengan adanya braille dan lainnya.

Untuk kalian yang menjadi Internet Enthusiast pasti akan senang sekali dapat menikmati akses Internet pada Diskominfo Co-working Space ini… Bagaimana tidak kalian bisa lihat sendiri kecepatan Internetnya pada gambar dibawah, Kalau saya tinggal di Yogyakarta mungkin setiap minggu bisa mampir kesini lumayan kan dapat relasi/ilmu dan Internet kencang hahaha.

Eitss… Akan tetapi Co-working Space juga berbeda dengan Warnet yaaa, Kalian pergunakan tempat yang diberi nama Co-working space itu untuk mengembangkan kreatifitas… Mengembangkan kerja sama jika di pergunakan dengan baik.

Dan untuk kalian yang mempergunakan fasilitas ini jangan sampai disalah gunakan seperti untuk membuat Hoax/Fake news, hacking atau sejenis kejahatan dalam dunia digital atau hal lainnya yang berbau negatif, Karena tempat ini memiliki tujuan yang positif maka hargai pemerintah yang sudah memfasilitasi kalian untuk menjadi lebih baik lagi.

Jadi buat kalian yang membaca ini mulai dari bawah saya tahu kalau kalian masih bingung tentang co-working space, Cobalah untuk membaca mulai dari awal namun tidak apa-apa saya akan jelaskan kesimpulannya.

Co-working space ialah sebuah wadah atau tempat bagi para orang-orang atau komunitas yang bergerak pada bidang digital untuk mengembangkan dan mewujudkan apa yang jadi tujuan mereka dari awal.

Contoh jika ada developer game yang masih minim sekali modal bisa gunakan tempat co-working space ini untuk bekerja bersama-sama, mengembangkan kreatifitas dalam bidang pembuatan game dan membangun relasi antar komunitas yang memiliki tujuan yang sama dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.

Diskominfo Coworking Space
Jalan Brigjen Katamso, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta
Jam Operasional DCS :
Senin – Jumat : 08.30 s.d 16.00
Jumat : 08.30 s.d 14.30

Oke temen-temen mungkin sekian dulu artikel dengan judul “Diskominfo DIY Memfasilitasi Masyarakat Untuk Mengembangkan Industri Kreatif Digital” Rasanya ingin sekali berkunjung ke Diskominfo Co-working space tapi apa daya rumah saya jauh dan sekarang lagi sibuk menjadi Mahasiswa Baru 😀 .

Tempat seperti co-working ini sangatlah penting apalagi di era perkembangan teknologi yang sudah maju, Kita harus bisa menggunakan fasilitas co-working dengan sebaik mungkin dan mempertahankan fasilitas tempat dengan baik, Dan semoga di daerah-daerah lain akan bermunculan co-working space juga yang pastinya peran pemerintah setempat sangat diperlukan.

Jika ada kesalahan informasi maupun penulisan pada artikel ini mohon untuk dimaafkan atau bisa kalian koreksi dengan cara komentar dibawah ya, Namun jika artikel ini bermanfaat tolong bagikan artikel ini ke sosial media atau grup WA yang kalian punya agar teman-temanmu juga bisa menikmati artikel yang bermanfaat dan anti hoax, Terima kasih sudah berkunjung.

#pagelaranTIK2018 #kominfodiy

Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi Pagelaran TIK yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika DIY

Sumber:

  • http://diskominfo.jogjaprov.go.id
  • https://evhive.co/
  • https://www.youtube.com/watch?v=bVFTye8-wCI
  • Freepik

Kesimpulan dari para komentar di Blog saya

Mereka sangat mendukung dan setuju Diskominfo DIY untuk membangun Co-working space ini, Namun hal ini harus di ikuti oleh dinas-dinas pemerintahan yang berada di Kota lain agar membuat hal positif seperti ini, Karena berkembangnya era digital yang sudah sangat cepat sekali mereka daerah terpencil pun harus merasakan yang sama. 

Ada 1 komentar yang saya kontra yaitu “Minimnya privasi karena mejanya tersusun berjajar” nah guys pengertian dari co-working space tadi kan merupakan sebuah tempat yang bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas, membuat karya sampai membangun relasi/hubungan antar masyarakat yang memiliki antusias pada bidang teknologi dan informasi dan mewujudkan tujuan yang sam meskipun berbeda-beda visi.

Maka kita disini harus saling bekerja sama untuk menjadikan tempat positif ini membuahkan hasil, Kita tidak akan tahu co-working space akan membantu para orang-orang kreatif menyampaikan gagasan/ide nya dan menjadi startup yang berkembang dan sukses baik di Indonesia sampai Go Internasional.

Jadi meja tersusun berjajar tidak masalah untuk komputer umum, Jika menginginkan privasi dalam forum terbuka tersebut… Coba bawa Laptop sendiri karena sifatnya mobile, Kalau komputer kan kita membutuhkan area yang seminim mungkin tetapi dapat di letakkan banyak komputer (OP Warnet pasti mengerti hahaha) Terima kasih.

KITA DISINI BERDISKUSI, SILAHKAN KOMENTAR MENGENAI APA YANG KITA BAHAS DIBAWAH
SAYA MEMBUKA SEBUAH FORUM YANG BISA MENAMPUNG SARAN DAN KRITIK ANDA

Summary
Review Date
Reviewed Item
Diskominfo DIY Memfasilitasi Masyarakat Untuk Mengembangkan Industri Kreatif Digital
Author Rating
51star1star1star1star1star